Laporan Studi Wisata Bali
LAPORAN STUDY WISATA
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
NAMA :
NOVITASARI
KELAS :
XI IPA 1
NO.A :17
Halaman Pengesahan
Pengesahan Laporan Study Wisata ini yang dilaksanakan pada tanggal 19-23
Desember 2015 disusun oleh:
Nama : Novitasari
Kelas :
XI IPA 1/17
Telah disetujui oleh guru pendamping dan disahkan oleh kepala sekolah pada
tanggal.................................................2015.
Mengetahui Menyetujui
Kepala SMA N 1 Cangkringan
Maryono,S.Pd.M.Pd Drs.Nur
Hendro Nugroho
NIP. 19681101 199203 1 003 NIP.
195902161988903 1 002
Mengesahkan
Eka Mundiharta, S.Pd
NIP.
LEMBAR PERSEMBAHAN
1.
Kepada orang tua
saya yang selalu memberi dukungan moril maupun materil yang disertai dengan
Do’a kepadaNYA.
2.
Kepada Bapak
Kepala Sekolah Sma N 1 CANGKRINGAN.
3.
Kepada guru dan
staf karyawan Sma N 1 CANGKRINGAN
4.
Kepada crew BIRO
JASA PRIMA ANJANG RIA yang telah mengantar dan menemani kami hingga ke tempat
tujuan
5.
Kepada Semua
Teman-Teman Sma N 1 Cangkringan
6.
Kepada semua
pihak yng sudah membantu baik secara langsung ataupun tidak langsung.
MOTTO
“Keyakinan adalah sumber Keberhasilan”
“Senyuman adalah awal persahabatan”
”Menyerah bukanlah kalah”
”Mengalah adalah Menang
”hadapilah hidup ini dengan senyuman”
”HIDUP ADALAH PERJUANGAN”
”MERDEKA!!!”
Berpikirlah
luas!
DAFTAR ISI
Halaman Judul ...................................................................................1
Halaman Pengesahan ...................................................................................2
Halaman Persembahan ...................................................................................3
Halaman Motto ...................................................................................4
Halaman Daftar isi ...................................................................................5
Halaman Kata Pengantar ...................................................................................7
Bab I :Pendahuluan
Alasan Pemilihan Judul ...................................................................................8
Tujuan yang ingin dicapai ...................................................................................8
Metode Penulisan ...................................................................................8
Bab II :Tinjauan Pulau Bali
Secara Umum
Keadaan Geografis ...................................................................................9
Keadaan Sosial Ekonomi ..................................................................................11
Kebudayaan ..................................................................................12
Adat Istiadat ..................................................................................12
Bab III :Tinjauan
Secara Khusus
Tanah Lot ...................................................................................14
Sangeh ...................................................................................14
Pantai Kuta ...................................................................................14
Bedugul ...................................................................................15
Monumen Bajra sandhi ...................................................................................15
Pantai Pandawa ...................................................................................16
GWK ...................................................................................16
Cah Ayu ...................................................................................17
Joger ..................................................................................17
Karang Kurnia ..................................................................................18
Bab IV :Penutup
Kesimpulan ...................................................................................19
Saran-Saran ..................................................................................20
Lampiran ..................................................................................21
Kata Pengantar
Assalamu
‘alaikum wr. Wb.
Yang saya hormati bapak Maryono
S.Pd M.Pd selaku bapak kepala sekolah Sma N 1 Cangkringan,
yang saya hormati bapak/ibu guru
Sma N 1 Cangkringan, segenap crew Biro Jasa Prima Anjang Ria serta teman –
teman semua yang kami cintai. Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat,
inayah, taufiq, dan hidayahnya sehingga saya dapat mennyelesaikan penyusunan
laporan ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga laporan
ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi perguruan.Harapan saya
semoga laporan ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi laporan ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
Dengan ini saya susun laporan ini yang akan meliputi tentang
kunjungan Study Wisata ke Pulau Bali
yang dilaksanakan oleh kelas XI. Yang memuat
sejarah maupun kegiatan kami selama kunjungan .
Laporan ini tidak akan menjadi laporan jika tanpa bantuan
orang lain. Oleh karena itu terimakasih kepada:
·
Bapak Maryono S.Pd M.Pd selaku kepala SMA N 1 CANGKRINGAN
·
Bapak Eka Mundiharta S.PD selaku
Wakil Kepala SMA N 1 CANGKRINGAN
·
Bapak Nur Hendro, Ibu Isti Martanti, Ibu Tri
Sugiyanti, Ibu Y.Sri Nurharjanti, Bapak Ahmad Sujarta, dan Bapak Miharso budi S
selaku pembimbing kami
·
Dan segenap Biro Jasa Prima Anjang Ria yang telah
menemani kami .
Dan terimakasih
buat teman teman semua.
Cangkringan,
25 Desember 2015
BAB I
PENDAHULUAN
Ø ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Berhubungan dengan acara rutin SMA N 1 CANGKRINGAN setiap
tahunnya STUDY WISATA dan pada tahun ini saya STUDY WISATA ke PULAU BALI maka
saya memberi judul LAPORAN STUDY WISATA TAHUN PELAJARAN 2015/2016.
Ø
TUJUAN YANG
INGIN DICAPAI
Tujuannya adalah untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang
tidak diajarkan di sekolah,mengetahui tempat-tempat wisata yang ada di Bali, dan dapat mengetahui
seluk beluk tempat-tempat wisata yang ada di Bali.
Ø
METODE
PENULISAN
A. PENGUMPULAN DATA
Yaitu metode
pengumpulan data yang dilakukan dengan Cara 2 baik secara langsung atau tidak
langsung.
B. WAWANCARA
Metode ini merupakan suatu cara memperoleh
keterangan-keterangan atau pendapat-pendapat secara lisan dari beberapa
responden.
BAB II
TINJAUAN
PULAU BALI SECARA UMUM
Ø KEADAAN GEOGRAFIS
Secara
geografis, Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Pulau
Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara
astronomis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur
Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.
Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang
pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan di antara pegunungan tersebut
terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung
yang tidak berapi, yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas dan Gunung Seraya. Adanya
pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2
(dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit
dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai.
Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha,
lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas
190.486 ha dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali
memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan, yaitu Danau Beratan atau Bedugul, Buyan, Tamblingan, dan Batur. Alam Bali yang indah menjadikan pulau
Bali terkenal sebagai daerah wisata. Luas wilayah Provinsi Bali adalah
5.636,66 km2 atau
0,29% luas wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 8
kabupaten, 1 kotamadya, 55 kecamatan, dan 701 desa/kelurahan. Pulau Bali sebagian besar merupakan daerah pegunungan dan
perbukitan yang meliputi hampir 85 % dari luas wilayah seluruhnya. Relief Pulau
Bali merupakan rantai pegunungan yang membentang dari barat ke timur. Selain
itu Pulau Bali merupakan pulau yang relatif memanjang, dari arah barat ke
timur. Sebagian besar terbentuk dan tersusun oleh batuan vulkanik yang
terbentuk dari kegiatan gunung api kuarter, sedangkan batuan sedimen dan
campuran sedimen vulkanik terdapat di bagian barat (Negara), utara (Singaraja)
dan selatan (Nusa Penida dan Bukit Jimbaran) yang sebarannya tidak terlalu luas
Jenis tanah yang dominan adalah
Regosol seluas 224.869 ha, tersebar di bagian timur Pulau Bali mulai dari
Kabupaten Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung dan Karangasem. Sebarannya mulai
dari daerah pantai sampai ketinggian 600 m dan ketinggian 600 – 1000 m di atas
permukaan laut. Jenis tanah lain yang mendominasi wilayah Provinsi Bali adalah
Latosol, yang terdapat di Kabupaten Badung, Tabanan dan Jembrana seluas 251.185
ha. Sebarannya dari pantai sampai ketinggian 1400 m di atas permukaan
laut. Di samping itu terdapat tanah Aluvial seluas 27.458 ha, tanah Mediteran
seluas 36.000 ha di daerah Bukit Jimbaran dan Nusa Penida serta tanah Andosol
seluas 27,976 ha di dataran tinggi Bedugul dan Pancasari.
Pembagian curah hujan di pulau bali dalam waktu satu tahun
berdasarkan angka-angka hujan dari Berlage dan penyesuaiannya oleh I Made Sandy
yang menunjukkan bahwa :
1.
Seluruh pantai
pulau Bali curah hujan rata-rata tahunannya kurang dari 1.500 mm. Makin jauh
dari pantai jumlah curah hujan makin bertambah. Curah hujan tertinggi terdapat
di sekitar danau-danau di tengah-tengah pulau Bali dan di lereng sebelah
selatan gunung Batur.
2.
Daerah kering
terdapat di sekitar Kintamani dan pegunungan di tengah-tengah yang disebabkan
terletak didaerah bayangan hujan.
3.
Hampir sebagian
besar daerah pulau Bali yang terletak diatas 100 m dari permukaan air laut,
mendapat hujan rata-rata lebih dari 2.000 mm setahun.
4.
Perbedaan dari
musim kemusim nampak lebih jelas, kalau misalnya dibandingkan dengan daerah
Jawa barat.
Ø KEADAAN SOSIAL EKONOMI
Kegiatan ekonomi masyarakat Bali
dititik beratkan pada sektor pertanian. Hal itu didasarkan pada beberapa
prasasti Bali yang memuat hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan bercocok
tanam. Beberapa istilah itu, antara lain sawah, parlak (sawah kering), kebwan
(kebun), gaga (ladang), dan kasuwakan (irigasi).
Di luar kegiatan
pertanian pada masyarakat Bali juga ditemukan kehidupan sebagai berikut.
1.
Pande (Pandai =
Perajin)
Mereka mempunyai
kepandaian membuat kerajaan perhiasan dari bahan emas dan perak, membuat
peralatan rumah tangga, alat-alat pertanian, dan senjata.
2.
Undagi
Mereka mempunyai
kepandaian memahat, melukis, dan membuat bangunan.
3.
Pedagang
Pedagang pada
masa Bali Kuno dibedakan atas pedagang laki-laki (wanigrama) dan pedagang
perempuan (wanigrami). Mereka sudah melakukan perdagangan antarpulau (Prasasti
Banwa Bharu).
Struktur masyarakat yang
berkembang pada masa Kerajaan Bali Kuno didasarkan pada hal sebagai berikut.
1.
Sistem Kasta
(Caturwarna)
Sesuai dengan
kebudayaan Hindu di India, pada awal perkembangan Hindu di Bali sistem
kemasyarakatannya juga dibedakan dalam beberapa kasta. Namun, untuk masyarakat
yang berada di luar kasta disebut budak atau njaba.
2.
Sistem Hak Waris
Pewarisan harta
benda dalam suatu keluarga dibedakan atas anak laki-laki dan anak perempuan.
Anak laki-laki memiliki hak waris lebih besar dibandingkan anak perempuan.
3.
Sistem Kesenian
Kesenian yang
berkembang pada masyarakat Bali Kuno dibedakan atas sistem kesenian keraton dan
sistem kesenian rakyat.
4.
Agama dan
Kepercayaan
Masyarakat Bali
Kuno meskipun sangat terbuka dalam menerima pengaruh dari luar, mereka tetap
mempertahankan tradisi kepercayaan nenek moyangnya. Dengan demikian, di Bali
dikenal ada penganut agama Hindu, Buddha, dan kepercayaan animisme.
Banyak adat istiadat
yang ada di tanah Dewata, seperti; upacara nyepi, sehari penuh semua
masyarakat tidak boleh keluar rumah, melakukan aktifitas dan menyalakan lampu,
dan untuk yang beragama Hindu melakukan tapa brata penyepian. Upacara ngaben,
setiap orang yang meninggal akan dibuatkan upacara ngaben, beberapa tempat
dalam tata cara pelaksanaan upacara ini berbeda-beda sesuai dresta ditempat
tersebut. Menjelang hari Raya Galungan, penjor-penjor berjejer di pinggir jalan,
hampir semua masyarakat hindu memasang penjor. Dalam acara adat pernikahan di
Bali, lebih mengusung keagungan Tuhan daripada pesta pernikahan. Di beberapa
tempat lainnya juga memiliki kegiatan upacara adat dan tradisi unik yang tidak dimiliki oleh desa adat yang lain. Sebagai daerah
wisata, ini tentu merupakan hal yang menarik bagi wisatawan yang sedang liburan
dan melakukan perjalanan tour menjelajahi tempat menarik di dataran ini.
BAB III
TINJAUAN
SECARA KHUSUS
Ø TANAH
LOT
Terletak di Pulau Bali bagian
selatan, tepatnya di Kabupaten Tabanan sekitar 25 km arah barat Denpasar. Pura
ini merupakan tempat beribadahnya penganut agama Hindu Bali yang memiliki
perbedaan dengan penganut Hindu India. Pura ini terletak di atas sebuah pulau
karang yang terpisah beberapa meter dari daratan pulau Bali, tetapi dapat
dijangkau dengan berjalan kaki apabila air laut sedang surut. Pura ini diyakini
oleh masyarakat setempat dilindungi ular keramat dan terdapat beberapa mata air
yang diyakini mereka apabila membasuh muka menggunakan air tersebut akan
terkabul keinginannya.
Ø SANGEH
Sangeh adalah sebuah tempat pariwisata di pulau Bali yang terletak di Desa Sangeh,Kecamatan Abiansemal,Kabupaten
Badung, Bali. Sebagian besar penduduk Desa Sangeh beragama Hindu. Wisata alam sangeh
bali ini memiliki sejarah yang
membuat tempat ini menjadi tempat yang disakralkan oleh warga setempat. Bahkan
tidak ada warga sekitar yang mau menebang 1 pohon pun di area hutan sangeh.
Ø PANTAI
KUTA
Pantai Kuta adalah
sebuah tempat pariwisata yang terletak kecamatan Kuta, sebelah selatan Kota Denpasar, Bali, Indonesia. Pantai
Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach)
sebagai lawan dari pantai Sanur. Selain itu, Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta. Pantai Kuta dapat ditempuh
dengan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai dalam kondisi jalanan lancar. Sebagai
tempat wisata pantai, pantai Kuta dilengkapi lahan parkir di sepanjang pantai,
kamar mandi umum, payung pantai, kios makanan dan minuman, serta tempat penyewaan
papan selancar. Sebagian rakayat mayoritas umat Hindu disekitar Pantai Kuta. Mata pencaharian, warga
Kuta saat ini ialah bekerja di sektor pariwisata, hanya sebagian kecil yang
masih menjadi nelayan.
Ø BEDUGUL
Bedugul adalah sebuah daerah atau kawasan wisata yang terletak di
desa Candikuning, kecamatan Bedugul,kabupaten Tabanan. Terletak kira-kira
54 km dari kota Denpasar, Objek wisata Bedugul juga di
fasilitasi oleh beberapa akomodasi yang memadai seperti hotel, villa, restoran
dan juga terdapat wisata air di kawasan danau Bratan seperti bermain kano,
jetski, ataupun parasailing. Danau Beratan adalah sumber air yang sangat
penting di daerah Bali sebagai sumber air utama dari irigasi yang ada di daerah
Bali bagian tengah, luas danau Bratan kurang lebih 375.6 hektar yang mempunyai
kedalaman kurang lebih 22-48 m dan luas keliling sekitar 12 km. Berada di jalur
jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar-Singaraja serta letaknya yang dekat dengan Kebun Raya Eka Karya menjadikan tempat ini
menjadi salah satu andalan wisata pulau Bali. Tepatnya disekitar danau beratan terdapat suatu pemukiman yang tampak
berbeda dengan pemukiman lain di Bali di tempat ini tidak tampak pura didepan
rumah mereka, karena pemukiman ini tak lain adalah pemukiman warga muslim.
Ø Monumen
Bajra Sandhi
Museum Bajra Sandi merupakan Monumen Perjuangan Rakyat
Bali yang terletak di areal lapangan Niti Mandala Denpasar, Jl. Raya Puputan. Museum ini dibangun di atas
tanah seluas 13,8 hektar dengan luas gedung 70 x 70 meter. Di bagian-bagian awal diorama ditampilkan manusia
purba pada masa berburu dan meramu. Di sana digambarkan pithecanthropus erectus sedang berburu babi dengan kapak
genggam. Bagian selanjutnya menggambarkan perkembangan masyarakat bali pada
masa kerajaan, masa penjajahan, masa revolusi fisik, hingga pasca kemerdekaan.
Pada bagian akhir diilustrasikan proses pembangunan Universitas Udayana yang
berlangsung pada tahun 1975.
Ø PANTAI PANDAWA
Pantai Pandawa Bali adalah salah satu kawasan objek wisata yang berada di Bali
tepatnya di Desa Kutuh, Kecamatan Kutu Selatan, Kabupaten Badung. Pantai
Pandawa juga sering dikenal dengan nama Pantai Kutuh, dan kadang juga disebut
sebagai pantai rahasia (Secret Beach) karena letaknya berada dibelakang tebing. Akses jalan yang dibuat cukup unik dan
terlihat megah karena jalannya diapit dengan tebing-tebing yang tinggi. Selain
tebing-tebing yang tinggi, kalian juga akan mendapati patung-patung pewayangan
lima pandawa yaitu patung Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Selain untuk tujuan wisata dan
olahraga air, pantai ini juga dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut karena kontur pantai yang landai dan ombak yang tidak sampai
ke garis pantai. Cukup banyak wisatawan yang melakukan paralayang dari Bukit Timbis hingga ke Pantai Pandawa.
Ø GARUDA WISNU
KENCANA (GWK)
Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung,
kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan
didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung
berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi
12 meter. Terletak diatas dataraan tinggi batu kapur padas dan menatap
kawasan wisata dipesisir selatan Bali, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park
adalah jendela seni dan budaya Pulau Dewata yang memiliki latar belakang alami
serta panorama yang sangat mengagumkan. Dengan jarak tempuh 15 menit dari
Pelabuhan Udara dan kurang dari satu jam dari lokasi perhotelan utama, GWK
menjadi salah satu tujuan utama untuk berbagai pertunjukan kesenian, pameran
dan konferensi ataupun kunjungan santai bahkan kunjungan spiritual. Kawasan seluas 250 hektar ini
merangkum berbagai kegiatan seni budaya, tempat pertunjukan serta berbagai
layanan tata boga.
Ø CAH AYU
Pusat
oleh-oleh halal Cah Ayu ini menawarkan berbagai macam oleh-oleh khas Bali dan
semuanya terjamin halal dan sudah mendapat sertifikat halal dari MUI. Pusat
oleh-oleh halal Cah Ayu ini menawarkan berbagai macam oleh-oleh khas Bali dan
semuanya terjamin halal dan sudah mendapat sertifikat halal dari MUI. Letak dari pusat oleh-oleh halal Cah Ayu ini adalah di daerah
Batu Bulan, tepatnya berada di kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Tidak
susah untuk menemukannya karena toko ini tepat berada di pinggir jalur wisata
Batu Bulan.
Ø JOGER
Joger
adalah pabrik kata-kata. Tidak salah memang banyak orang menyebutnya begitu.
T-shirt yang diproduksi Joger memang berisi kata-kata yang lucu, “nyeleneh”,
nakal dan membuat orang menjadi penasaran akan maknanya.
Kenapa bernama Joger? Menurut pemiliknya, Joseph Theodorus
Wulianadi, yang cukup lama tinggal di Bali dan pernah berprofesi sebagai tour
guide ini, nama Joger diambil dari gabungan namanya sendiri dan sahabatnya
“Gerard”. Modal untuk memulai usaha ini didapat dari hadiah pernikahan Bapak
Joseph di tahun 1981 dari Bapak Gerard.
Tempatnya sangat strategis dan menempuh
waktu 10 menit dari bandara Ngurah Rai jika tidak terjadi kemacetan. Untuk
pastinya, alamat Joger
Bali berada di Jalan
Raya Kuta dekat supermarket Supernova.
Ø KARANG KURNIA
Karang
Kurnia adalah pusat oleh-oleh yang menyediakan aneka barang khas Bali dengan
harga paling murah mulai dari : Pakaian, souvenir, lukisan, kain pantai, bed
cover, Jajanan/cemilan,dll.
Fasilitas Karang Kurnia Tuban: 5 menit dari bandara Ngurah
Rai. dekat dengan pelabuhan Benoa, Parkir Luas, Berada dikawasan wisata (Kuta
& Nusa Dua)
Fasilitas karang Kurnia : 5 menit menuju terminal Ubung,
Lokasi dipusat kota Denpasar, Parkir luas
Fasilitas
Karang Kurnia Gatsu :
BAB IV
PENUTUP
Ø KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan
pada bab sebelumnya dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut :
1.
Objek wisata di
pulau Bali memiliki karakteristik / daya tarik tersendiri bagi wisatawan
domestik maupun mancanegara. Hal tersebut yang membuat pulau Bali dijadikan
sebagai tempat berlibur maupun sebagai tempat kunjungan Study Tour.
2.
Pesona alam serta
kebudayaan yang ada di pulau Bali membuat wawasan peserta Study Tourakan
kebudayaan Nusantara bertambah.
3.
Keunikan dan ciri
khas tersendiri dari pulau Bali membuat Indonesia semakin terkenal di dunia
luar serta menghasilkan devisa yang besar bagi Indonesia.
4.
Dalam Study
Tour ini peserta dapat lebih memahami dan menghormati budaya-budaya
yang masih kental yang berada di Indonesia serta dapat mengembangkan rasa
persatuan dan kesatuan bangsa tanpa membeda-bedakan golongan, ras, budaya, dan
agamanya.
Pulau Bali
merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki banyak keindahan alam dan
kebudayaannya yang khas khususnya budaya seni tari dan seni pahat. Oleh karena
itu, banyak wisatawan domestik maupun luar negeri yang ingin mengunjungi pulau
ini. Tujuan mereka datang berkunjung salah satunya adalah untuk melihat dari
dekat bagaimana sosok Bali yang sebenarnya dan mempelajari budaya – budaya Bali
khususnya seni tari dan seni pahat.
Selain budaya dan panorama alam yang
disebutkan di atas ada juga budaya yang tidak kalah menariknya yaitu upacara
adat yang dilakukan oleh sebagian besar penduduk Bali yang mayoritas beragama
Hindu. Di sana apabila ada orang yang meninggal sering sekali diadakan Upacara
Ngaben atau pembakaran mayat. Upacara Ngaben ini dapat dilakukan dengan 2 cara,
yaitu secara masal atau secara individual bagi keluarga yang mampu. Kebanyakan
dalam pelaksanaan Upacara Adat sering disajikan tarian – tarian khas dari Pulau
Bali.
Ø
SARAN
Bagi Guru Pendamping
Lebih
memperhatikan kesehatan murid, khususnya keadaan murid yang kurang sehat selama
perjalanan.Diharapkan dapat menjadi orang tua dan teman bagi siswa-siswi
selama Study Tour sehingga dapat lebih akrab.
Bagi Siswa
1.
Siswa diharapkan
tidak hanya memanfaatkan Study Tour sebagai sarana rekreasi,
namun juga sebagai sarana belajar untuk menambah wawasan.
2.
Siswa diharapkan
tertib dan disiplin agar perjalanan Study Tour berjalan
lancar.
3.
Siswa diharapkan
dapat menjaga sikap selama Study Tour, serta memperhatikan semua
perintah atau peraturan dari biro tour, guru pembimbing dan tour
guide demi keamanan pribadi.
Ø LAMPIRAN
Comments
Post a Comment